Film Indonesia yang mengambil tema drama-pendidikan bisa
dibilang belum terlalu banyak. Salah satunya adalah MARS yang menampilkan
Kinaryosih sebagai pemeran utama. Pemenang Piala Citra di Festival Film
Indonesia (FFI) 2006 ini berperan sebagai seorang ibu dari keluarga kurang
mampu. MARS diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Aishworo Ang.
Film keluarga yang menggugah empati bernuansa pendidikan,
MARS. Film yang diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Aishworo Ang,
akan mulai pengambilan gambar di Gunung Kidul pada 7 Januari mendatang. MARS
menceritakan kisah perjuangan sepasang ibu dan anak dalam bertahan hidup di
desa dengan tingkat kemiskinan dan bunuh diri tertinggi di Indonesia. Sang ibu,
Tupon seorang diri membesarkan anaknya, Sekar Palupi, hingga akhirnya sukses
menjadi ahli astronomi lulusan Oxford University.
Kisah yang digarap oleh John De-Rantau ini menekankan
pentingnya pendidikan bagi kelangsungan hidup seseorang. Kemiskinan yang
terjadi bukanlah halangan bagi seseorang untuk meraih prestasi dan menaikkan
taraf hidupnya.
Tupon merupakan wanita tanpa pendidikan nan miskin, yang
kemudian melahirkan di luar pernikahan. Di tengah himpitan beban ekonomi, ia
harus membesarkan sang anak seorang diri akibat tindakan tak bertanggung jawab
kekasihnya di masa lalu.
Ia pun bertemu dengan Supri, seorang bujangan tua yang
bersedia bersamanya membesarkan Sekar Palupi untuk meraih kehidupan yang lebih
baik. Namun nahas, kecelakaan tambang merenggut Supri dari kedua wanita tangguh
tersebut.
Intrik sosial juga dijanjikan sang sutradara, Sahrul Gibran,
sebagai konflik yang akan menambah beban hidup dari kedua wanita tersebut.
Tupon harus tetap membesarkan Sekar Palupi dan mempertahankan kepercayaannya
kepada Tuhan, di saat sekelilingnya terjadi kemusyrikan.
John menekankan pentingnya pendidikan terutama moral dan
agama dalam kisah ini. Ia pun mengaku sangat tersentuh saat membuat naskah yang
membutuhkan waktu dua bulan tersebut. Dirinya pun menekankan pentingnya peran
ibu dalam mendidik anak.
"Kehadiran seorang ibu sangat menentukan menjadi apa
anak ke depannya," ujar John kepada CNN Indonesia, saat ditemui di Blitz
Megaplex, Central Park, Senin (22/12). "Saya tidak akan mau membuat naskah
atau film jika memang tidak bagus, bukan sekadar tren. Ini sama seperti saat
Denias dahulu,"
Film ini diperankan oleh Kinaryosih, Acha Septriasa, Jajang
C Noer, Teuku Rifnu Wikana, Chelsea, Egy Fadli, dan Trisno Bosha.
(Dari berbagai sumber)
0 komentar:
Posting Komentar